Sepenggal kehidupan
Kuhayati sepenggal kehidupan..
Yang merebak bersemi setiap pagi...
sedu sedan pun kemalangan...
sukacita dan kemenangan..
kehilangan..pertemuan..
cinta..kekecewaan...
bukankah rupa-rupa hidup sugguh patut dirayakan..
(Tectona Grandis-2016)
2016..selamat datang...mungkin ini yang harus saya ucapkan pertama kali.
Menutup 2015 dalam yang diwarnai desember nan sendu. Melepas kepergian seorang kakak terkasih (Kak UNI..diberkatilah kenangan tentang beliau) dan dalam sendu yang sama terlibat dalam investigasi kematian sejumlah balita di pedalaman Papua. Kehilangan yang pertama bersifat personal menorehkan duka yang mendalam pun kenangan yang sampai sekarangpun masih membuat mata saya berkaca-kaca mengingat pribadi kak Uni. Kehilanga yang kedua bukan hanya meninggalkan kepedihan tetapi gugatan dalam hati dan kepala saya. Betapa belasan insan yang siap melela sejarah di Bumi Papua harus terhempas begitu dini. Tetapi yah...keduanya adalah pelajaran berharga dalam kehidupan saya.
Akhirnya 2015 pun ditutup dengan indah oleh sebuah langkah besar yang diambil sepasang manusia kecil. Saya dan kekasih saya yang memutuskan bersumpah di hadapan Tuhan untuk berjalan bersama dalam segala penderitaan dan kesenangan sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai sampai maut memisahkan.
Sebuah langkah besar tentu saja, mengingat bahwa sebelumnya kami selalu asyik dengan kehidupan dan idealisme kami sendiri. Saya sendiri sudah begitu lama melajang (apalagi dia) dalam segala kemerdekaan dan nilai yang saya temukan sepanjang perjalanan saya. Tidak pernah terpikirkan bahwa saya akan bertemu dengan orang yang kepadanya saya bisa berbagi, berbagi apa saja termasuk berbagi kerjaan olah data statistik kepadanya dan kepada saya dia berbagi tugas biologi molekular hahahahhaha.... Tetapi kebersamaan kami selama 3 tahun yang diwarnai berbagai rasa kayak gado-gado campur permen nano-nano menambah keberanian saya untuk menapaki petualangan baru yang sangat misterius bagi saya bernama : PERNIKAHAN
Entah apa yang terjadi dalam kehidupan sepasang manusia kecil ini, saya tidak tahu. Mungkin pesona saya akan memudar sebagai wanita dihadapannya bersamaan dengan usia yang menua atau kegagahannya sebagai pria akan menyusut dihadapan saya. Mungkin gesekan yang dahsyat untuk menyatukan dua manusia berbeda adat ini akan menimbulakn kesakitan tersendiri. Mungkin jarak jauh yang harus dijalani membutuhkan keluasan hati yang lebih. Entahlah....semua serba entah...
Mengapa "entah"???? karena kami bernama manusia. Tapi manusia ini, apa boleh buat, terlanjur belajar hingga menjadi manusia yang begitu pandai bermimpi. Mimpi untuk membuat sejarah indah yang layak diwariskan untuk anak dan cucunya. Mimpi untuk terus menghamba dengan setia pada firman suci Sang Maha Cinta. Mimpi untuk menjadi penyebar kasih bagi sesama. Mimpi untuk memberi makna bagi sepenggal kehidupan. Dan menjadi sepasang (bukan lagi seorang) menambah hasrat kami untuk bermimpi pun menggerakkan energi kami untuk meraihnya. Itulah kenapa dalam segala kecemasan meninggalkan masa lajang akhirnya kami memilih untuk menjadi sepasang dan bukan lagi seorang.
Semoga semesta memberi kesempatan bagi sepasang manusia kecil ini untuk terus bermimpi dan meraihnya.
Selamat tinggal 2015
Selamat datang 2016
Selamat membangun mimpi dan mengejarnya sepasang manusia kecil..Penciptamu tak kan lelah memelukmu...
Terimakasi untuk semua ucapan dan doa...doakan sepasang manusia kecil yang suka bermimpi ini.
sepasang manusia kecil yang terus bermimpi
Justru dengan misterilah keagungan hidup ternikmati
BalasHapusSalam bahagia ya ndukkk...
www.ppsetyasemesta.blogspot.co.id
Selamat menempuh hidup baru mba Hana,, semoga cepat dapat momongan dan langgeng hingga maut yang memisahkan....aamiin
BalasHapusSelamat menempuh hidup baru mba Hana,, semoga cepat dapat momongan dan langgeng hingga maut yang memisahkan....aamiin
BalasHapusSlamat yah kak.. salam buat kk anis.. smoga bahtera rumah tangganya kokoh sampai ke pelabuhan terakhir kehidupan.. amin.
BalasHapus