Kadang Sang
Penguasa waktu menciptakan kebetulan-kebetulan yang cantik…
Hehehe…
Tiba-tiba
saya sadar bahwa hari Ibu jatuh di bulan Desember…
Hari Natal…meski sejujurnya, seperti yang
sudah saya ceritakan sebelumnya saya sudah tidak mempunyai gairah lagi dengan
seremonial natal sekarang…kumpul keluarga, ngobrol ngalor ngidul, sibuk-sibuk
bikin acara yang meriah…ratusan juta melayang di minggu ke empat bulan
desember..
Oh My God…
Tapi tetap
memililih makna adalah keputusan kita…
Siapa yang
paling layak merayakan natalnya dengan meriah..
Dialah
seorang Ibu…
Pada
mulanya dia hanya perawan biasa…bekerja di ladang, mengambil air di perigi,
memberi makan ternak, menghadiri jamuan pernikahan kerabatnya dan tentu saja
sebagai seorang perawan saleh..dia tidak pernah melewatkan hari sabat…
Hidupnya
sederhana, segala sesuatu dinikmati dengan keceriaan yang polos..
Lalu saat
dia mulai meranum, keremajaan membuncah pecah…maka jatuh cintalah perawan ini..
Laki-laki
itu tidak terlalu menonjol, tidak banyak bicara tapi santun dan tentu saja
seorang saleh..
Tangannya
kasar, bahunya kekar, kulit timur tengah yang terbakar dan berselimut debu jalanan
Nazaret…pastilah itu ciri khas tukang-tukang kayu di kampung Si Perawan…
Beberapa
kali si perawan memergoki laki-laki tukang kayu memandanginya saat mereka tanpa
sengaja bertemu di gerbang Salomo..
Oh
Tuhan..darah serasa mendesir menusuk ulu hati si perawan…namun si perawan
mencoba tetap tenang dan tidak gugup…
Lalu,
mereka mulai berbicara satu-sama lain, mengingat teman-teman masa kecil yang
ternyata sama-sama mereka kenal, membicarakan ladang dan musim petik anggur,
mengobrolkan mujizat dan cerita zaman Musa membebaskan nenek moyang mereka dari
Mesir, saling membagikan keprihatinan pada kemerosotan moral kaumnya dan hari
itu datang juga setelah banyak hari dilalui…
Pertunangan…
Mereka
saling memandang..menyematkan cincin…menerima berkat dari para tetua…
Semua
mengalir begitu indah…si perawan tinggal menunggu hari pernikahan dengan tetap
menjaga kesucian..tentu itu tidak sulit baginya, cintanya pada laki-laki tukang
kayu adalah murni mengalir bersama tetes-tetes darah diseluruh pembuluhnya…
Kemudian
sebuah ledakan seakan merubah ritme detik pada putaran waktu…
Siang…berdebu,
panas..beberapa orang di luar sana mengutuki cuaca hari itu…
Lalu di
rumah batu sang perawan sebuah sinar kosmik menyilaukan muncul…sesosok makhluk
yang tidak terbayangkan berdiri didepannya…
Bersayap..bercahaya..dengan
wajah menggentarkan…sendi-sendi lemas, seluruh tulang serasa menyusust dan
melebur menjadi debu..keringat dingin mula menyembul di pori-pori…
Lalu sang
makhluk agung bersayap menyapa ramah…’Salam hai engkau yang dikaruniai…’ seakan
dia bisa merasakan degup jantung sang perawan yang mulai tak beraturan..dengan
pertanyaan yang bergentayangan di alam pikirnya,
‘Jangan
takut, Maria..engkau beroleh kasih karunia dihadapan Allah..’
Entah
mengapa, degup jantung si perawan mulai beraturan saat mendengar suara yang
sulit dia samakan entah itu suara manusia atau suara makhluk apa…
‘Engkau
akan mengandung….’
Kali ini
terasa sebuah sengatan…
‘dan engkau
akan melahirkan, anak laki-laki…kau hendaknya menamai dia Yesus…’ Sengatan
untuk kedua kali…dan ritme jantung mulai naik perlahan…
‘Ia, anak
yang kau lahirkan, Dialah Sang Putra maha tinggi, raja yang dinanti olehmu dan
nenek moyangmu…dia akan tegak berdiri di tahta bapa leluhurmu sang Daud…sampai
selamanya…kerajaanNya kekal..tahtaNya mulia…jdi berbahagialah engkau hai
perawan yang dikaruniai…’
Entah sejak
kapan tapi si perawan sudah lemas tersungkur di tanah…pertanyaan bergentayangan
yang tak terjawab dan berbagai sengatan….
Aku akan
hamil…Sang Putera yang Maha Tinggi…dia yang dinantikan bangsaku..raja yang
ditunggu…dan dia akan bernafas didalam diriku, bertumbuh dari sari pati makanan
yang kucerna, kubawa berjalan kemana-mana…Oh Tuhan YHWH…pribadi macam apa kau
ini???
Tapi aku
ini perawan…tidak ada perawan yang hamil…
‘Tenang
Maria, apa yang mustahil untuk Dia yang kau sembah selama ini???, adalah Roh
yang maha tinggi akan tercurah atasmu…anak yang kau kandung akan disebut Anak
Sang Penguasa Semesta, Maha Tinggi, Maha Kudus…bahakan si mandul Elizabeth
dengan pucuk-pucuk yang telah mengering disegarkanNya kembali, ada janin
perjanjian dalam rahim tua renta itu saat ini…Dia yang mengaruniamu begitu
sempurna…’
Tenggorokan
tercekat, dan pandangan kabur si perawan oleh genangan air mata..tiba-tiba
ketakutan perlahan sirna…meski pertanyaan tetap bergentayangan…namun semacam
keberanian misterius meledak di kepalanya…ilahi..murni..tanpa prasangka…sederhana…sang
perawan menjawab :
AKU INI
HAMBA JADILAH PADAKU MENURUT PERKATAANMU ITU…
Cahaya
meredup…perawan tinggal sendirian…
Aku perawan…aku
hamil…Sang Putra Yang Maha Tinggi akan berada disini…berbagi darah dan daging
untuk 9 bulan denganku…mulia…sungguh pemurah Tuhanku…
Tapi aku
perawan, aku hamil…
Apa yang
dikatakan para pemuka agamaku..aku pezinah?? Mereka akan merajamku dengan batu,
mereka akan mengusirku keluar pintu gerbang, seumur hidup aku akan menanggung
noda sebagai pezinah..
bangsaku oh bangsaku….
Begitu
sibuk merapal doa, dan tak berhenti menghafal taurat..namun tertindas dalam
penjajahan…kehilangan keluhuran sejak berabad-abad silama, m,enjadi olok-olok
bangsa-bangsa lain…
Sang
Pembebas itu akan tumbuh dirahimku….
Taruhanku???
Hidupku, cintaku…ya cintaku…laki-laki yang sudah menjadi separuh jiwa dan
nafasku…
Apa katanya???
Kau wanita pengkhianat…kau tak bisa menjaga kesucian…tidak…tidak…dia tulus dia
tak akan mengatakan hal-hal sekeji itu…tapi hokum adat..membuatnya
kehilanganku..kami tak lagi bisa saling bertatapan, memetik anggur bersama atau
berjalan-jalan di kebun zaitun…dia akan nelangsa, apalagi aku…
Aku akan
hidup sebagai pezianah,dirajam batu sesuai aturan bangsaku, aku akan
diasingkan, aku kehilangan cintaku…
Tapi janin
ini ilahi..pembebas bangsaku…Dia yang akan memulihkan nenek moyangku dari rasa
malu dan kain kabung…semua bangsa akan melihat Allah kami yang tak pernah
tinggal diam…
Perlukah
ragu?? Bahkan jika bayarannya adalah luka dan darah karena dirajam sebagai pezinah,
dan kehilangan cintaku, separuh jiwa dan nafasku…aku akan maju..
‘Aku ini
hamba, jadilah padaku sesuai perkataanNya’
Lalu si
perawan bergerak dari tempatnya, membuka pintu, menghadapi dunia…
Pertanyaan tetap
gentayangan, tangan-tangannya tetap gemetaran..tapi dengan sederhana dia menjawab
seluruh keraguan :aku ini hamba, jadilah padaku sesuai perkataanMu…
Dialah Sang
Ibu, yang mempersembahakan natal untuk kita disegala bangsa dan disegala abad…surga tidak berada ditelapaknya..surga tumbuh meretas dirahimnya…
Pergumulan
Natal bagi si perawan, tidak serumit membuat nastar, kastangel dan menghiasi
rumah dengan lampu-lampu gemerlapan…tidak serumit mempersiapkan pesta pora
gila-gilaan dengan dana jutaan rupiah…
Natal
adalah kesederhanaan penyerahan diri seorang perawan pemberani yang berani
mengambil resiko dirajam batu, dianggap pezinah dan kehilangan cinta sejati…demi
terbitnya fajar baru yang dinanti-nanti, sang pembebas…sang mesias…
Selamat
hari Ibu…selamat hari natal…dan mari bersyukur kepada penguasa semesta karena
telah menghadirkan sebuah catatan sejarah bagi kita..sang ibu yang pemberani..
Cat.cerita ini saya ambil adaptasi dari injil Lukas, dalam versi injil Matius diceritakan mengenai si tukang kayu yang didatangi malaikat dan diperintahkan untuk tetap mengambil si perawan kekasihnya sebgai istri...cerita yang sangat indah
Sangat bagus untuk melihat cerita versi orisinilnya, sejarah selalu memilki cara mengajar setiap generasi...
sekali lagi selamat natal dan selamat hari ibu, meski telat sehari heheh...