Selasa, 23 Desember 2014

sang ibu...


Kadang Sang Penguasa waktu menciptakan kebetulan-kebetulan yang cantik…
Hehehe…
Tiba-tiba saya sadar bahwa hari Ibu jatuh di bulan Desember…
 Hari Natal…meski sejujurnya, seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya saya sudah tidak mempunyai gairah lagi dengan seremonial natal sekarang…kumpul keluarga, ngobrol ngalor ngidul, sibuk-sibuk bikin acara yang meriah…ratusan juta melayang di minggu ke empat bulan desember..

Oh My God…
Tapi tetap memililih makna adalah keputusan kita…

Siapa yang paling layak merayakan natalnya dengan meriah..
Dialah seorang Ibu…

Pada mulanya dia hanya perawan biasa…bekerja di ladang, mengambil air di perigi, memberi makan ternak, menghadiri jamuan pernikahan kerabatnya dan tentu saja sebagai seorang perawan saleh..dia tidak pernah melewatkan hari sabat…
Hidupnya sederhana, segala sesuatu dinikmati dengan keceriaan yang polos..

Lalu saat dia mulai meranum, keremajaan membuncah pecah…maka jatuh cintalah perawan ini..

Laki-laki itu tidak terlalu menonjol, tidak banyak bicara tapi santun dan tentu saja seorang saleh..
Tangannya kasar, bahunya kekar, kulit timur tengah yang terbakar dan berselimut debu jalanan Nazaret…pastilah itu ciri khas tukang-tukang kayu di kampung Si Perawan…
Beberapa kali si perawan memergoki laki-laki tukang kayu memandanginya saat mereka tanpa sengaja bertemu di gerbang Salomo..
Oh Tuhan..darah serasa mendesir menusuk ulu hati si perawan…namun si perawan mencoba tetap tenang dan tidak gugup…
Lalu, mereka mulai berbicara satu-sama lain, mengingat teman-teman masa kecil yang ternyata sama-sama mereka kenal, membicarakan ladang dan musim petik anggur, mengobrolkan mujizat dan cerita zaman Musa membebaskan nenek moyang mereka dari Mesir, saling membagikan keprihatinan pada kemerosotan moral kaumnya dan hari itu datang juga setelah banyak hari dilalui…
Pertunangan…
Mereka saling memandang..menyematkan cincin…menerima berkat dari para tetua…
Semua mengalir begitu indah…si perawan tinggal menunggu hari pernikahan dengan tetap menjaga kesucian..tentu itu tidak sulit baginya, cintanya pada laki-laki tukang kayu adalah murni mengalir bersama tetes-tetes darah diseluruh pembuluhnya…

Kemudian sebuah ledakan seakan merubah ritme detik pada putaran waktu…
Siang…berdebu, panas..beberapa orang di luar sana mengutuki cuaca hari itu…

Lalu di rumah batu sang perawan sebuah sinar kosmik menyilaukan muncul…sesosok makhluk yang tidak terbayangkan berdiri didepannya…
Bersayap..bercahaya..dengan wajah menggentarkan…sendi-sendi lemas, seluruh tulang serasa menyusust dan melebur menjadi debu..keringat dingin mula menyembul di pori-pori…

Lalu sang makhluk agung bersayap menyapa ramah…’Salam hai engkau yang dikaruniai…’ seakan dia bisa merasakan degup jantung sang perawan yang mulai tak beraturan..dengan pertanyaan yang bergentayangan di alam pikirnya,

‘Jangan takut, Maria..engkau beroleh kasih karunia dihadapan Allah..’

Entah mengapa, degup jantung si perawan mulai beraturan saat mendengar suara yang sulit dia samakan entah itu suara manusia atau suara makhluk apa…

‘Engkau akan mengandung….’
Kali ini terasa sebuah sengatan…

‘dan engkau akan melahirkan, anak laki-laki…kau hendaknya menamai dia Yesus…’ Sengatan untuk kedua kali…dan ritme jantung mulai naik perlahan…

‘Ia, anak yang kau lahirkan, Dialah Sang Putra maha tinggi, raja yang dinanti olehmu dan nenek moyangmu…dia akan tegak berdiri di tahta bapa leluhurmu sang Daud…sampai selamanya…kerajaanNya kekal..tahtaNya mulia…jdi berbahagialah engkau hai perawan yang dikaruniai…’
Entah sejak kapan tapi si perawan sudah lemas tersungkur di tanah…pertanyaan bergentayangan yang tak terjawab dan berbagai sengatan….

Aku akan hamil…Sang Putera yang Maha Tinggi…dia yang dinantikan bangsaku..raja yang ditunggu…dan dia akan bernafas didalam diriku, bertumbuh dari sari pati makanan yang kucerna, kubawa berjalan kemana-mana…Oh Tuhan YHWH…pribadi macam apa kau ini???

Tapi aku ini perawan…tidak ada perawan yang hamil…
‘Tenang Maria, apa yang mustahil untuk Dia yang kau sembah selama ini???, adalah Roh yang maha tinggi akan tercurah atasmu…anak yang kau kandung akan disebut Anak Sang Penguasa Semesta, Maha Tinggi, Maha Kudus…bahakan si mandul Elizabeth dengan pucuk-pucuk yang telah mengering disegarkanNya kembali, ada janin perjanjian dalam rahim tua renta itu saat ini…Dia yang mengaruniamu begitu sempurna…’

Tenggorokan tercekat, dan pandangan kabur si perawan oleh genangan air mata..tiba-tiba ketakutan perlahan sirna…meski pertanyaan tetap bergentayangan…namun semacam keberanian misterius meledak di kepalanya…ilahi..murni..tanpa prasangka…sederhana…sang perawan menjawab :
AKU INI HAMBA JADILAH PADAKU MENURUT PERKATAANMU ITU…

Cahaya meredup…perawan tinggal sendirian…
Aku perawan…aku hamil…Sang Putra Yang Maha Tinggi akan berada disini…berbagi darah dan daging untuk 9 bulan denganku…mulia…sungguh pemurah Tuhanku…
Tapi aku perawan, aku hamil…
Apa yang dikatakan para pemuka agamaku..aku pezinah?? Mereka akan merajamku dengan batu, mereka akan mengusirku keluar pintu gerbang, seumur hidup aku akan menanggung noda sebagai pezinah..

bangsaku oh bangsaku….
Begitu sibuk merapal doa, dan tak berhenti menghafal taurat..namun tertindas dalam penjajahan…kehilangan keluhuran sejak berabad-abad silama, m,enjadi olok-olok bangsa-bangsa lain…
Sang Pembebas itu  akan tumbuh dirahimku….

Taruhanku??? 
Hidupku, cintaku…ya cintaku…laki-laki yang sudah menjadi separuh jiwa dan nafasku…
Apa katanya??? Kau wanita pengkhianat…kau tak bisa menjaga kesucian…tidak…tidak…dia tulus dia tak akan mengatakan hal-hal sekeji itu…tapi hokum adat..membuatnya kehilanganku..kami tak lagi bisa saling bertatapan, memetik anggur bersama atau berjalan-jalan di kebun zaitun…dia akan nelangsa, apalagi aku…

Aku akan hidup sebagai pezianah,dirajam batu sesuai aturan bangsaku, aku akan diasingkan, aku kehilangan cintaku…
Tapi janin ini ilahi..pembebas bangsaku…Dia yang akan memulihkan nenek moyangku dari rasa malu dan kain kabung…semua bangsa akan melihat Allah kami yang tak pernah tinggal diam…

Perlukah ragu?? Bahkan jika bayarannya adalah luka dan darah karena dirajam sebagai pezinah, dan kehilangan cintaku, separuh jiwa dan nafasku…aku akan maju..
‘Aku ini hamba, jadilah padaku sesuai perkataanNya’
Lalu si perawan bergerak dari tempatnya, membuka pintu, menghadapi dunia…
Pertanyaan tetap gentayangan, tangan-tangannya tetap gemetaran..tapi dengan sederhana dia menjawab seluruh keraguan :aku ini hamba, jadilah padaku sesuai perkataanMu…

Dialah Sang Ibu, yang mempersembahakan natal untuk kita disegala bangsa dan disegala abad…surga tidak berada ditelapaknya..surga tumbuh meretas dirahimnya…

Pergumulan Natal bagi si perawan, tidak serumit membuat nastar, kastangel dan menghiasi rumah dengan lampu-lampu gemerlapan…tidak serumit mempersiapkan pesta pora gila-gilaan dengan dana jutaan rupiah…
Natal adalah kesederhanaan penyerahan diri seorang perawan pemberani yang berani mengambil resiko dirajam batu, dianggap pezinah dan kehilangan cinta sejati…demi terbitnya fajar baru yang dinanti-nanti, sang pembebas…sang mesias…
Selamat hari Ibu…selamat hari natal…dan mari bersyukur kepada penguasa semesta karena telah menghadirkan sebuah catatan sejarah bagi kita..sang ibu yang pemberani.. 


Cat.cerita ini saya ambil adaptasi dari injil Lukas, dalam versi injil Matius diceritakan mengenai si tukang kayu yang didatangi malaikat dan diperintahkan untuk tetap mengambil si perawan kekasihnya sebgai istri...cerita yang sangat indah
Sangat bagus untuk melihat cerita versi orisinilnya, sejarah selalu memilki cara mengajar setiap generasi...

sekali lagi selamat natal dan selamat hari ibu, meski telat sehari heheh...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar